Menurut Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama BTN, proyek JPO Bersama BTN ini tidak hanya memperkuat kolaborasi antara BUMN dan pemerintah daerah, tetapi juga menjadi bagian dari visi untuk menjadikan Jakarta Utara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“PO ini diharapkan menjadi landmark baru sekaligus penggerak aktivitas ekonomi di kawasan JIS dan Ancol. Dengan integrasi transportasi yang lengkap, mulai dari KRL, MRT, hingga Transjakarta, kawasan ini berpotensi bertransformasi menjadi area berkelas internasional,” ungkap Nixon.
Nixon juga mengungkapkan bahwa BTN berencana untuk menyelenggarakan dua agenda olahraga internasional, yakni BTN Jakarta International Marathon 2026 dan Jakarta International Criterium, sebagai bagian dari komitmen mereka mendukung transformasi Jakarta menuju kota global.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, menambahkan bahwa JPO yang menghubungkan JIS dan Ancol dirancang dengan total panjang 466 meter dan lebar 6,6 meter. Fasilitas ini terdiri atas jembatan beton bertulang dan baja sepanjang 166 meter serta jalur pedestrian sepanjang 300 meter.
Iwan Takwin berharap dengan adanya JPO ini, kenyamanan pengunjung JIS dan Ancol akan meningkat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta Utara melalui konektivitas yang lebih baik.
Pembangunan JPO ini juga sejalan dengan upaya Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan integrasi transportasi di kawasan tersebut.
Dengan adanya akses KRL, Transjakarta, dan MRT, JIS dan Ancol diharapkan dapat menjadi kawasan yang lebih terhubung dan siap bersaing di tingkat internasional.
Kehadiran JPO ini juga diharapkan tidak hanya memberikan manfaat besar bagi kawasan Ancol dan JIS, tetapi juga menjadi bagian dari upaya lebih besar untuk mewujudkan Jakarta yang lebih terintegrasi, dinamis, dan modern.












