Dimyati juga menyoroti pentingnya kekompakan birokrasi. Namun, ia mengingatkan agar kekompakan bersifat konstruktif agar dapat mendorong pembangunan daerah.
“Pembangunan akan berhasil kalau kita guyub dan gotong royong,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan perlunya efisiensi pengelolaan anggaran daerah. Dengan kondisi fiskal yang terbatas, Pemkab Pandeglang diminta lebih selektif dalam menentukan program prioritas.
“Program yang tidak efisien harus dipangkas. Anggaran harus difokuskan pada kebutuhan masyarakat, terutama infrastruktur yang manfaatnya besar,” ujarnya.
Dimyati juga mendorong sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam pembahasan APBD. Kepala daerah diminta aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk memperkuat dukungan pembangunan.
Di sisi lain, ia menilai hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat Pandeglang saat ini berjalan baik. Meski demikian, kritik dari masyarakat diharapkan tetap menjadi bagian dari evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembangunan.
“Kritik itu penting sebagai kontrol. Yang utama, pengelolaan keuangan harus akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.












