Scroll untuk baca Berita
Call Us banner 325x300
KulinerPemerintahan

Kolaborasi Kemenparekraf-BRIN Kaji Skema Pembiayaan Indonesia Spice up The World

327
×

Kolaborasi Kemenparekraf-BRIN Kaji Skema Pembiayaan Indonesia Spice up The World

Share this article

“PKE melalui LPEI (lembaga pembiayaan ekspor indonesia) ini sangat dibutuhkan oleh dunia usaha khususnya eksportir, distributor rempah, termasuk juga restoran di dunia,”

Seketika.com, Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kajian skema pembiayaan yang tepat bagi peserta program Indonesia Spice up The World (ISUTW).

Dalam “The Weekly Brief With Sandi Uno” di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2023), Menparekraf/ Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan Indonesia Spice Up the World adalah program unggulan Kemenparekraf yang bertujuan untuk mempromosikan kuliner Indonesia. Selain juga untuk meningkatkan jumlah ekspor rempah asal Indonesia ke seluruh dunia dengan target nilai ekspor sebesar 2 miliar dolar AS. Dalam upaya mencapai target tersebut, diperlukan kajian skema pembiayaan dan apa saja yang dibutuhkan para peserta berdasarkan data dan bukti di lapangan.

Oleh karena itu, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf berkolaborasi dengan BRIN untuk mengkaji dan menentukan skema pembiayaan yang tepat untuk diterapkan dalam program ini. “Ini ada beberapa aktivasi tapi kita perlu melandasi program ISUTW agar berbasis data dan evidence,” kata Sandiaga.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf Dessy Ruhati menambahkan berdasarkan data-data yang telah diperoleh, sebaran restoran Indonesia terbanyak adalah di Belanda yang berjumlah 295 restoran. Selain Belanda, restoran-restoran Indonesia ini juga tersebar di Australia sebanyak 162 restoran, 89 restoran di Amerika Serikat, 70 restoran di Malaysia, dan 66 restoran di Jepang.

“Berdasarkan kajian yang kami lakukan bersama BRIN bahwa usaha restoran yang ada di luar negeri ini masing-masing mempunyai tipologi yang khas, yaitu pemilik restoran juga berperan sebagai pengelola restoran. Kemudian usahanya berupa restoran itu sendiri, ada yang pop-up, all you can eat, food court, dan cloud kitchen,” kata Dessy.

Leave a Reply