Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keras insiden tersebut. Ia menuduh Angkatan Laut AS melakukan “kekejaman di laut”.
Melalui media sosial pada Kamis, Araghchi menyatakan Amerika Serikat “akan sangat menyesali” serangan terhadap fregat Iran tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa kapal itu membawa hampir 130 awak saat insiden terjadi.
Kementerian Pertahanan India menyatakan IRIS Dena sebelumnya berpartisipasi dalam International Fleet Review dan latihan angkatan laut multilateral MILAN 2026 yang digelar di Visakhapatnam pada 15–25 Februari.
Dalam unggahan media sosial Angkatan Laut India pada 17 Februari, kapal perang Iran terlihat berlayar bersama kapal-kapal dari negara lain. Beberapa awaknya juga terlihat berfoto di dek dengan bendera Iran.
Araghchi menegaskan bahwa kapal tersebut hadir sebagai “tamu” Angkatan Laut India. Hingga kini pemerintah India belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
Tenggelamnya kapal perang Iran di kawasan tersebut memicu perdebatan politik di India mengenai keamanan maritim di Samudra Hindia.
Wilayah ini dianggap sebagai halaman belakang strategis India, tempat angkatan laut negara itu rutin melakukan patroli dan latihan untuk menjaga jalur perdagangan global serta distribusi energi.
Partai oposisi Kongres Nasional India mengkritik sikap diam pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi terkait insiden tersebut.












