Menurut Priscilla Silvan Prarizta, Head of Bayer Product Supply Consumer Health Asia & ANZ PT Bayer Indonesia, perusahaan menanamkan Rp99 miliar untuk meningkatkan kapasitas manufaktur, termasuk produksi Multiple Micronutrient Supplement (MMS), sekaligus menjadikan pabrik Cimanggis sebagai pusat R&D global Bayer.
“Investasi ini memungkinkan pabrik Cimanggis memproduksi hingga 1,2 miliar tablet MMS per tahun dan memasok pasar domestik serta 42 negara lain. Seluruh operasional dijalankan oleh tenaga profesional Indonesia,” jelas Priscilla.
Duta Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Ralf Beste, menilai langkah Bayer menunjukkan kekuatan industri Jerman yang berorientasi jangka panjang.
Menurutnya, produksi lokal dan transfer teknologi menjadi kunci dalam membangun ketahanan ekonomi dan kesehatan.
“Kami sangat senang melihat keputusan untuk memproduksi di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai hub. Hal ini membawa manfaat berupa produksi lokal, transfer pengetahuan, serta penguatan kemitraan Jerman–Indonesia. Sektor kesehatan dan farmasi akan menjadi pilar utama peningkatan kerja sama ekonomi kedua negara,” ujar Ralf.
(kemkes)












