Seketika.com, Jakarta –Praktisi sekaligus Pegiat Bangunan Cagar Budaya (BCB) Betawi menilai Jakarta perlu mempertegas identitas kota melalui penguatan kearifan lokal, khususnya budaya Betawi.
Hal ini dinilai penting untuk mempertegas identitas menjelang Jakarta mengalami perubahan status dari ibu kota negara menjadi kota global dan pusat perekonomian nasional.
Arsitek Praktisi dan Pegiat Bangunan Cagar Budaya Betawi, Ar. Dorri Herlambang menekankan, pentingnya menghadirkan estetika tradisional dalam wajah kota modern.
Menurut Dorri, jauh sebelum menjadi ibu kota, Jakarta telah berperan sebagai kota global yang terbuka bagi pendatang dari berbagai negara.
“Keterbukaan tersebut membawa kemajuan signifikan dibandingkan wilayah Nusantara lainnya. Namun, di balik perkembangan itu, nilai-nilai lokal justru kerap terabaikan dan dianggap sebagai penghambat modernisasi,” ujarnya, Senin (16/2).
Dorri menerangkan, setelah masa kemerdekaan, status ibu kota dinilai kurang menguntungkan bagi warga asli Jakarta, kaum Betawi.
Program pembangunan yang masif menyebabkan peminggiran, baik secara fisik maupun sosial budaya, atas nama pluralitas dan kemajuan, kebudayaan Betawi cenderung tidak ditampilkan secara dominan dalam ruang publik.
Ia menegaskan, arsitektur merupakan bagian penting dari suatau produk kebudayaan. Karena itu, sudah semestinya unsur arsitektur Betawi mendapatkan porsi yang lebih layak dalam perencanaan kota.












