Selain itu, Dorri juga menilai sejumlah bangunan dan infrastruktur perlu menjadi prioritas dalam penerapan ornamen Betawi, terutama yang dimiliki dan dikelola pemerintah daerah.
Di antaranya kantor pemerintahan dari tingkat provinsi hingga kelurahan, fasilitas sosial dan umum seperti terminal, stasiun, halte, pasar, puskesmas, rumah sakit, RPTRA, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), underpass, jembatan, hingga gapura dan batas wilayah.
Kemudian, sektor hospitalitas dan pariwisata, termasuk hotel, penginapan, tempat rekreasi dan restoran juga didorong mengadopsi ragam hias Betawi sebagai bagian dari penguatan karakter kota.
Melalui langkah tersebut, Jakarta diharapkan tidak hanya tampil sebagai kota metropolitan yang modern, tetapi juga memiliki identitas kuat yang berakar pada budaya lokal.
“Upaya ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah dan masyarakat asli yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan kota,” tandasnya.
(beritajakarta)












