Selain persoalan pendampingan jemaah, Timwas Haji DPR juga menyoroti evaluasi pelaksanaan skema murur dan tanazul yang diterapkan pada musim haji sebelumnya. Nasir mengungkapkan, kondisi lapangan sering kali berubah cepat sehingga pelaksanaan skema tidak berjalan sesuai rencana awal.
Ia mencontohkan, pada pelaksanaan tahun lalu terdapat jemaah lansia, disabilitas, dan kelompok risiko tinggi yang seharusnya mengikuti skema murur yakni tidak turun di Muzdalifah justru harus turun akibat kemacetan dan keterlambatan armada bus. Sebaliknya, ada pula jemaah yang semestinya mengikuti skema tanazul atau menginap, tetapi akhirnya ikut murur karena kondisi lalu lintas dan waktu yang tidak memungkinkan.
“Masalahnya di lapangan tidak selalu sesuai dengan skenario. Ada bus yang tidak bisa berhenti karena macet dan waktunya sudah tidak memungkinkan,” ujarnya.
Menurut Nasir, situasi menuju Muzdalifah memang menjadi fase paling rawan karena seluruh jamaah dari berbagai negara bergerak hampir bersamaan meninggalkan Arafah.
Jika tidak diantisipasi dengan matang, kondisi tersebut dapat memicu kekacauan yang berdampak langsung terhadap keselamatan dan kenyamanan jamaah.
Karena itu, ia meminta Kementerian Haji dan seluruh petugas haji daerah memanfaatkan sisa waktu menjelang puncak ibadah untuk memperkuat simulasi, komunikasi, dan pengendalian lapangan. Ia menekankan bahwa kesalahan teknis sekecil apa pun di Armuzna dapat berdampak besar terhadap kualitas ibadah jamaah.
“Masih ada waktu bagi Kemenhaj dan seluruh petugas haji agar hal-hal yang mengurangi bobot ibadah jamaah haji dapat ditiadakan atau diminimalisir,” tegasnya.
Rapat Timwas Haji DPR RI tersebut dipimpin Ketua Timwas Haji DPR RI sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal. Turut hadir Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa dan Sari Yuliati, serta pimpinan Komisi VIII DPR RI seperti Marwan Dasopang, Abidin Fikri, Abdul Wachid, Singgih Januratmoko, dan Ansory Siregar.
Dari unsur pemerintah hadir pula Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhaimin Iskandar, Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, serta Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy. Fokus pembahasan rapat diarahkan pada kesiapan layanan, pengamanan, serta mitigasi risiko menjelang puncak ibadah haji 2026.
FAQ
Apa itu Armuzna dalam ibadah haji?
Armuzna merupakan singkatan dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina, yaitu rangkaian lokasi utama yang menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji.
Kenapa fase Armuzna dianggap rawan?
Karena jutaan jemaah bergerak secara bersamaan sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan, kemacetan, dan keterlambatan layanan.
Apa yang menjadi perhatian DPR RI?
DPR menyoroti perlindungan jemaah lansia, kesiapan armada transportasi, serta koordinasi petugas selama perpindahan jemaah.
Apa itu skema murur?
Murur adalah skema pergerakan jemaah tanpa turun di Muzdalifah untuk mengurangi kepadatan, khususnya bagi lansia dan kelompok risiko tinggi.












