PemerintahanPendidikan

Mudik Tak Lagi Membosankan! 24 Ribu Buku Dibagikan Gratis di 9 Titik, Anak-anak Pilih Baca daripada Main Gawai

37
×

Mudik Tak Lagi Membosankan! 24 Ribu Buku Dibagikan Gratis di 9 Titik, Anak-anak Pilih Baca daripada Main Gawai

Share this article
Mudik Tak Lagi Membosankan! 24 Ribu Buku Dibagikan Gratis di 9 Titik, Anak-anak Pilih Baca daripada Main Gawai, foto:(kemendikdasmen)

“Kami mengapresiasi semua pihak, kegiatan yang nampaknya sederhana ini saya yakini akan sangat besar dampaknya. Menyediakan buku di ruang publik adalah ide yang sangat brilian untuk mendorong minat baca sejak dini dan mempererat relasi orang tua dan anak melalui media buku yang bermutu,” ungkap Hetifah.

Ia juga menekankan bahwa literasi tidak terbatas di sekolah saja.

“Literasi tumbuh bukan hanya di ruang kelas atau rumah, tapi dari mana pun. Saya berharap ke depan disediakan perpustakaan mini bagi para penumpang, bukan hanya saat mudik saja,” tuturnya.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh para pemudik. Evi, ibu dengan dua anak yang sedang menunggu keberangkatan ke kampung halamannya, merasa sangat terbantu.

“Program ini menurut saya bagus sekali, menarik. Anak-anak jadi tidak main gawai terus karena fokus baca buku. Jadi, mudah-mudahan tahun berikutnya (program ini) terus ada dan lebih banyak lagi tempat-tempat (titik) yang bisa dikunjungi,” ujarnya.

Komentar positif juga tampak dari wajah Afan, salah satu pemudik cilik yang nampak sumringah berjalan sambil membawa buku yang baru saja dibagikan Mendikdasmen.

Ia mengungkapkan, “Seneng (dapat buku), baca buku bisa bikin aku pintar untuk mencapai cita-cita. Aku mau jadi Astronot!” tutur Afan.

Penyelenggaraan kegiatan ini didukung oleh berbagai mitra seperti Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Pusat Perbukuan, serta sejumlah penerbit buku seperti PT Macananjaya Cemerlang, Balai Pustaka, CV Bukit Mas, CV Aldeaz, Solo Murni, Sejahtera Printing, PT Gramedia Pustaka Utama, PT Temprina Media Grafika, PT ProVisi Mandiri Pratama, Asia Foundation, Yayasan Litara, dan Arya Duta.

Selain itu, dukungan terhadap program ini juga datang dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan, seperti PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi I, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Unit Terminal Terpadu Pulo Gebang, Satuan Pelaksana Terminal Bus Kalideres, Unit Terminal Kampung Rambutan, Bandara Halim Perdanakusuma, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Merak, Terminal Pakupatan, serta komunitas pegiat literasi dan Ikatan Duta Bahasa Nasional.

Kolaborasi lintas sektor ini juga menunjukkan bahwa peningkatan budaya literasi merupakan tanggung jawab bersama.

Melalui sinergi berbagai pihak, diharapkan kegiatan MABB 2026 dapat memberikan pengalaman literasi yang menyenangkan bagi anak-anak serta memperkuat budaya membaca di tengah masyarakat.