PeristiwaReligi

Pesan Menyentuh Quraish Shihab di Istana Negara: Al-Qur’an Diturunkan untuk Kedamaian, Bukan Perpecahan

63
×

Pesan Menyentuh Quraish Shihab di Istana Negara: Al-Qur’an Diturunkan untuk Kedamaian, Bukan Perpecahan

Share this article
Pesan Menyentuh Quraish Shihab di Istana Negara Al-Qur’an Diturunkan untuk Kedamaian, Bukan Perpecahan, foto:(BPMI Setpres)

Mengutip pidato perdana Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, ia menjelaskan bahwa kekuatan seorang pemimpin diukur dari keberpihakannya kepada mereka yang lemah untuk mendapatkan hak-haknya.

“Banyak definisi keadilan. Ada yang memberi definisi, keadilan adalah keberpihakan kepada yang kuat. Plato tidak setuju, tapi sebagian ulama Islam setuju dengan catatan yang dikaitkan dengan sambutan Sayidina Abu Bakar,” jelasnya.

Ia menguraikan lebih lanjut bahwa dalam konsep keadilan Islam, mereka yang dianggap kuat oleh masyarakat sebenarnya adalah sosok yang lemah di mata hukum jika mereka mengambil hak orang lain.

Sebaliknya, rakyat yang lemah menjadi kuat di sisi pemimpin hingga haknya berhasil dikembalikan.

“Yang kuat di antara kamu lemah di sisiku sampai aku mencabut hak orang lain yang diambilnya. Yang lemah, kuat di sisiku sampai aku mengembalikan haknya kepadanya yang diambil oleh yang kamu namai kuat. Kalau ini kita terapkan, keadilan dan kedamaian akan tercapai,” tegas penulis Tafsir Al-Misbah tersebut.

Menutup tausyiahnya, Prof. Quraish Shihab memanjatkan doa khusus bagi Presiden agar senantiasa dibimbing Tuhan dalam menjalankan tugas kenegaraan.

Ia berharap kepemimpinan nasional dapat menjadi saluran takdir Tuhan untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hadir dalam giat, Presiden RI Prabowo Subianto, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama Romo Syafii, jajaran Pimpinan Kementerian dan Lembaga Kabinet Merah Putih.