“Kami sudah mendorong hampir seluruh daerah untuk mengadakan event lari, baik itu road run maupun trail run. Ini cara paling mudah untuk mendatangkan orang,” tutur Sumarno.
Sekda menyampaikan apresiasi, atas dipilihnya Jawa Tengah sebagai tuan rumah Rakernas PHRI. Dia berharap, pertemuan nasional ini dapat menghasilkan akselerasi nyata bagi pembangunan pariwisata, yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.
“Kami minta bantuan rekan-rekan PHRI dari seluruh Indonesia, untuk menginformasikan potensi wisata Jateng ini kepada khalayak luas,” kata Sumarno.
Sementara itu, Ketua Umum BPP PHRI, Hariyadi BS Sukamdani, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemprov Jateng dalam menyukseskan Rakernas PHRI.
Dalam kesempatan tersebut, dia menitipkan sejumlah aspirasi, agar iklim usaha di sektor pariwisata semakin sehat dan kondusif.
Hariyadi berharap pemerintah daerah dapat turut mengawal dinamika regulasi, seperti perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Kerja Indonesia (KBLI) agar lebih tersosialisasi dengan baik.
Selain itu, dia memberikan masukan mengenai pentingnya standarisasi akomodasi, seperti homestay, agar selaras dengan fungsi aslinya dan tidak menimbulkan tumpang tindih dengan industri perhotelan.
“Problem ini memang urusan pemerintah pusat, tapi mungkin sebagai pemprov perlu tahu juga,” pungkasnya












