InternasionalPeristiwa

Selat Hormuz Ditutup, Tapi 90 Kapal Misterius Lolos: Siapa Bermain di Balik Perang Minyak Iran?

32
×

Selat Hormuz Ditutup, Tapi 90 Kapal Misterius Lolos: Siapa Bermain di Balik Perang Minyak Iran?

Share this article
Selat Hormuz Ditutup, Tapi 90 Kapal Misterius Lolos Siapa Bermain di Balik Perang Minyak Iran, foto:(ap)

Meski berada di bawah tekanan sanksi dan risiko konflik, Iran tetap mampu mengekspor lebih dari 16 juta barel minyak sejak awal Maret, menurut data Kpler. Volume ini dinilai masih “berkelanjutan” oleh analis risiko perdagangan.

Dalam kondisi ini, China muncul sebagai pembeli utama minyak Iran, memanfaatkan hubungan bilateral yang relatif stabil di tengah ketegangan global.

Konflik ini turut mendorong harga minyak dunia melonjak lebih dari 40% hingga menembus $100 per barel. Presiden AS Donald Trump pun mendesak sekutu untuk mengerahkan kapal perang guna membuka kembali jalur tersebut.

Namun, langkah AS terbilang ambigu. Di satu sisi, Washington melakukan serangan ke fasilitas militer Iran di Pulau Kharg. Di sisi lain, pemerintah AS justru mengizinkan kapal tanker Iran tetap beroperasi untuk menjaga pasokan global.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa kapal Iran tetap diizinkan berlayar demi memenuhi kebutuhan energi dunia.

Para analis menilai kondisi saat ini bukanlah penutupan total. Sebaliknya, Selat Hormuz disebut mengalami “penutupan selektif”.

“Iran tampaknya mengontrol siapa yang boleh lewat dan siapa yang tidak,” ujar Kun Cao dari Reddal. Hal ini memungkinkan Iran tetap mendapatkan keuntungan ekonomi dari ekspor minyak, sekaligus menekan pasar global melalui kenaikan harga energi.

Strategi ini dinilai efektif secara geopolitik, namun berisiko tinggi terhadap stabilitas pasar energi dunia. Analis dari ING memperingatkan bahwa jumlah kapal yang diizinkan melintas kemungkinan akan tetap terbatas jika Iran ingin mempertahankan tekanan harga.