Pesawat yang dilaporkan hilang kontak merupakan ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT, yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport, pemegang Air Operator Certificate (AOC) 034.
Pesawat ini diproduksi pada tahun 2000 dengan nomor seri 611, dan saat kejadian dikomandani oleh Pilot in Command (PIC) Capt. Andy Dahananto.
Indonesia Air Transport sendiri merupakan maskapai penerbangan charter nasional yang telah berdiri sejak 1968 dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2006.
Perusahaan ini melayani penerbangan fixed-wing dan helikopter, khususnya untuk mendukung sektor pertambangan, minyak, dan gas di berbagai wilayah Indonesia.
Dikutip dari situs resmi perusahaan, Indonesia Air menyatakan bahwa audit keselamatan penerbangan dilakukan secara berkala, baik oleh otoritas pemerintah maupun auditor independen yang ditunjuk perusahaan migas.
Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh operasional penerbangan memenuhi standar keselamatan internasional.
Saat ini, Indonesia Air mengoperasikan tiga tipe pesawat, yakni Embraer Legacy 600, Airbus Helicopter EC 155 B1, dan ATR 42-500.












