Salah satu langkah yang disiapkan adalah pelaksanaan ujian susulan pada 19 Mei 2026 bagi satuan pendidikan yang mengalami hambatan.
“Kejadian sebelumnya menjadi bahan refleksi. Untuk kondisi yang tidak terprediksi, seperti cuaca ekstrem, kami sudah mengantisipasi melalui jadwal ujian susulan,” kata Toni.
Terkait integrasi asesmen, Toni menjelaskan bahwa TKA diperuntukkan bagi siswa, sementara asesmen guru dan survei lingkungan belajar tetap dilaksanakan sesuai skema Asesmen Nasional.
Hasil asesmen tersebut tidak digunakan untuk pemeringkatan, melainkan sebagai alat pemetaan kompetensi dan dasar perbaikan pembelajaran.
“Kita tidak menargetkan nilai tertentu. Hasilnya menjadi sinyal untuk memperbaiki proses, termasuk pelatihan guru dan perubahan paradigma pembelajaran,” ujarnya.
BSKAP juga melakukan evaluasi terhadap ketersediaan waktu pengerjaan soal, merespons masukan dari satuan pendidikan pada pelaksanaan sebelumnya.
Untuk jenjang SD dan SMP, durasi pengerjaan disesuaikan dan diperpanjang, dengan jumlah dan tingkat kesulitan soal yang telah melalui uji coba.












