“Idealnya, kami ingin dapat menggunakan kembali seluruh tahap, termasuk mesinnya,” ujar Manajer Proyek Ariane 6, Arnaud Demay.
Pengamat menilai hampir tidak ada perbandingan langsung dengan SpaceX yang sudah menguasai pasar lewat roket reusable.
Namun bagi Eropa, misi ini lebih dari sekadar bisnis.
“Akses independen ke luar angkasa memungkinkan Eropa memenuhi kebutuhannya sendiri,” tegas Demay.
Setiap peluncuran menjadi momen emosional bagi tim.
“Selalu menegangkan… dan ketika berhasil lepas landas, rasanya luar biasa,” kata salah satu penguji mesin.
Peluncuran ini akan menjadi ujian besar: apakah Eropa mampu memperkuat posisinya di tengah persaingan brutal industri luar angkasa global?.
Jika sukses, Ariane 64 bukan hanya roket, melainkan simbol kebangkitan kekuatan antariksa Eropa.
(apnews)












