PemerintahanPeristiwaReligi

Rahasia Ketahanan Mental ala Tasawuf Dibongkar Menag di Makassar: Penderitaan dan Kenikmatan Itu Sama

18
×

Rahasia Ketahanan Mental ala Tasawuf Dibongkar Menag di Makassar: Penderitaan dan Kenikmatan Itu Sama

Share this article
Rahasia Ketahanan Mental ala Tasawuf Dibongkar Menag di Makassar Penderitaan dan Kenikmatan Itu Sama, foto:(kemenag)

Seketika.com, Makasar – Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, memaparkan konsep ketahanan mental (resilience) dari sudut pandang tasawuf saat mengisi kajian di Thareqat Almuhammadiyyah Alyunusiyyah Al-Idrisiyah, Makassar. 

Menag menekankan bahwa kedamaian batin sejati tercapai ketika seseorang mampu melampaui dualitas antara kesenangan dan penderitaan.

Menag menjelaskan bahwa dalam maqam (tingkatan) spiritual tertentu, jarak antara ujian dan kenikmatan akan menyempit hingga tidak ada lagi perbedaan yang nyata di antara keduanya.

“Bagi orang yang beriman, tidak ada lagi bedanya antara penderitaan dan kenikmatan. Semakin menganga jarak antara keduanya bagi orang awam, namun (jarak itu) menyempit bagi mereka yang paham. Di mata orang yang sudah fana (larut dalam kehendak Tuhan), semuanya sama,” ujar Menag Nasaruddin Umar, Selasa (10/2/2026).

Menurut Menag, ketahanan mental seorang mukmin dibangun dengan memahami bahwa segala sesuatu di alam semesta diciptakan secara berpasangan untuk menciptakan keseimbangan.

Beliau mencontohkan keberadaan siang dan malam sebagai analogi untuk memahami hakikat cahaya.

“Tanpa adanya siang, kita tidak tahu apa itu malam. Tanpa adanya malam, tidak mungkin kita tahu hakikat cahaya. Bahkan, kita tahu adanya surga karena ada neraka. Begitu pula dalam hidup, makna kebaikan seringkali baru bisa kita pahami melalui adanya keburukan atau ujian,” tambahnya.