Menag mengajak jamaah untuk mengubah cara pandang (mindset) dalam menghadapi setiap dinamika kehidupan.
Menag menegaskan bahwa ketenangan batin tidak bergantung pada situasi eksternal, melainkan pada bagaimana hati memproses situasi tersebut.
“Cara pandang kita itu sangat menentukan. Jika kita melihat segala sesuatu sebagai manifestasi dari kehendak Sang Pencipta, maka tidak ada lagi alasan untuk merasa terpuruk secara berlebihan. Semuanya adalah bagian dari jalan menuju pengenalan diri dan Tuhan,” jelas beliau.
Menag berpesan agar umat Islam menyambut Ramadan dengan kesiapan ruhani yang matang, yakni dengan memfokuskan tujuan ibadah hanya kepada Allah SWT, bukan sekadar mengejar fenomena-fenomena spiritual semata.
(kemenag)












