Dalam sambutannya, Gubernur Andra Soni menyoroti karakteristik Kota Tangerang Selatan yang majemuk. Menurutnya, heterogenitas penduduk menjadikan Tangsel sebagai representasi keberagaman nasional.
”Kota Tangsel adalah miniatur Indonesia. Semua suku dan agama ada di sini,” tutur Andra.
Sebagai kawasan aglomerasi penyangga Daerah Khusus Jakarta, Tangsel menuntut pendekatan pengamanan yang spesifik.
Gubernur menilai Program Cetar adalah jawaban tepat terhadap perubahan pola kenakalan remaja saat ini.
”Pola tawuran saat ini telah berubah dibandingkan masa lalu. Tawuran tidak lagi mengenal waktu, bahkan bisa terjadi pada malam hari. Alhamdulillah, berkat Program Cetar, angka tawuran kini menurun signifikan,” jelasnya.
Gubernur juga menyoroti pentingnya program ini karena menyasar siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang secara administratif berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Banten.












