CEO EGA, Abdulnasser Bin Kalban, menegaskan bahwa keselamatan karyawan menjadi prioritas utama, sembari perusahaan melakukan evaluasi kerusakan.
Negara-negara Teluk bergerak cepat merespons serangan tersebut. Sistem pertahanan udara di UEA, Kuwait, dan Arab Saudi dilaporkan berhasil mencegat puluhan rudal dan drone.
UEA mencegat 16 rudal balistik dan 42 drone, Kuwait menghancurkan 4 drone, Arab Saudi mencegat 10 drone dalam beberapa jam terakhir dan Bahrain total 385 drone dan 174 rudal dicegat sejak 28 Februari
Pihak militer juga mengimbau warga untuk tetap tenang dan mematuhi instruksi keselamatan.
Selain menyerang fasilitas industri, IRGC juga mengancam akan menargetkan universitas-universitas Amerika Serikat di Timur Tengah.
Ancaman ini muncul setelah Iran menuduh serangan AS-Israel telah menghancurkan dua universitas di dalam negeri mereka. Iran bahkan memberikan ultimatum kepada AS untuk mengecam serangan tersebut paling lambat Senin siang (0830 GMT).












