“Putra Khamenei tidak dapat diterima bagi saya. Kami ingin seseorang yang membawa harmoni dan perdamaian bagi Iran,” kata Trump.
Trump juga menyatakan bahwa pemimpin baru Iran kemungkinan tidak akan bertahan lama tanpa persetujuan Washington.
Di sisi lain, Garda Revolusi Iran dan kelompok militan Lebanon Hizbullah langsung menyatakan dukungan terhadap Mojtaba.
Di tengah transisi kepemimpinan ini, Iran memperluas serangan militernya ke sejumlah negara di Timur Tengah.
Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat drone yang menargetkan ladang minyak raksasa Shaybah. Kerajaan itu memperingatkan bahwa Iran akan menjadi pihak yang “paling dirugikan” jika terus menyerang negara-negara Arab.
Militer AS juga melaporkan satu tentaranya tewas akibat serangan Iran di Arab Saudi pada 1 Maret. Total korban tentara Amerika kini mencapai tujuh orang.
Sebagai langkah antisipasi, Departemen Luar Negeri AS mulai mengevakuasi personel non-esensial dan keluarga diplomat dari Arab Saudi serta delapan negara lain di kawasan, termasuk Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Lebanon, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Perang yang meluas ini telah mengguncang pasar energi dunia. Harga minyak global melonjak hingga melampaui 100 dolar AS per barel, sementara pasokan gas alam makin ketat setelah Qatar menghentikan produksinya.












