KPK juga mendalami adanya dugaan pemberian uang yang dilakukan secara rutin setiap bulan sebagai “jatah” bagi para oknum.
Dalam OTT tersebut, tim penyidik mengamankan barang bukti senilai total Rp40,5 miliar yang terdiri dari uang tunai dalam pecahan rupiah dan mata uang asing, logam mulia seberat 5,3 kilogram, serta sejumlah jam tangan mewah.
Ia menerangkan, atas perbuatannya, RZL, SIS, dan ORL selaku pihak penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a dan huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001, serta ketentuan dalam UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ketiganya juga dijerat dengan pasal terkait penerimaan gratifikasi.
“Sementara itu, JF, AND, dan DK selaku pihak pemberi disangkakan melanggar ketentuan dalam UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pemberian suap,” ucapnya.
Penindakan ini menjadi bagian dari komitmen KPK dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas, khususnya pada sektor strategis yang bersinggungan langsung dengan aktivitas ekonomi nasional.
Bea Cukai sebagai garda terdepan pengawasan arus barang lintas batas memiliki peran krusial dalam melindungi industri dalam negeri serta menjaga kepentingan negara dari masuknya barang ilegal.
(infopublik)












