Selain itu, pembangunan ruang interaksi publik seperti Alun-alun Kecamatan Ciputat Timur dan 16 unit Balai Warga menjadi sarana pendukung bagi pertumbuhan sosial generasi muda.
Di sisi kesejahteraan dan kesehatan, kepemimpinan Benyamin Davnie membawa Tangsel meraih Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 84,81 pada tahun 2025.
Angka ini merupakan yang tertinggi di Provinsi Banten dan masuk dalam kategori “Sangat Tinggi” di level nasional.
Prestasi ini juga diperkuat dengan keberhasilan Tangsel menurunkan angka stunting hingga meraih Juara 1 di tingkat Provinsi Banten serta penurunan tingkat pengangguran terbuka melalui program D3 (Dilatih, Disertifikasi, Ditempatkan).
“Proyeksi kami di tahun 2026, sebagaimana arahan Pak Wali Kota, adalah melakukan penguatan digitalisasi pendidikan dan memperluas cakupan jaminan kesehatan gratis atau Universal Health Coverage. Kami ingin setiap warga Tangsel merasa didampingi oleh pemerintahnya, mulai dari urusan kesehatan di puskesmas hingga urusan biaya sekolah di perguruan tinggi,” kata Asep.
Hingga awal 2026, Pemkot Tangsel juga tercatat telah membangun sanitasi layak di 230 RT guna menjaga kualitas lingkungan hidup warga dan membedah 26 unit rumah korban bencana agar layak huni.
Di sektor ekonomi mikro, sebanyak 54 Koperasi Kelurahan Merah Putih telah terbentuk dan ratusan produk UMKM telah difasilitasi sertifikasi halal secara gratis untuk meningkatkan daya saing ekonomi kerakyatan.
“Memasuki 2026, proyeksi pemerintah adalah memperkuat ekosistem digital dalam seluruh layanan publik dan pendidikan. Pak Benyamin Davnie berharap, dengan segala fasilitas yang sudah diberikan mulai dari beasiswa, layanan kesehatan gratis, hingga sertifikasi keahlian masyarakat Tangsel memiliki standar hidup yang jauh lebih baik dan mampu bersaing di level internasional,” pungkasnya.
(tangerangselatankota)












