Internasional

Putri Kim Jong Un Disiapkan Jadi Pemimpin Korea Utara? Intelijen Korsel Bongkar Sinyal Suksesi Dinasti Kim!

39
×

Putri Kim Jong Un Disiapkan Jadi Pemimpin Korea Utara? Intelijen Korsel Bongkar Sinyal Suksesi Dinasti Kim!

Share this article
Putri Kim Jong Un Disiapkan Jadi Pemimpin Korea Utara Intelijen Korsel Bongkar Sinyal Suksesi Dinasti Kim, foto:(ap)

Sejak berdiri pada 1948, Korea Utara dipimpin oleh laki-laki dari keluarga Kim, Kim Il Sung (pendiri negara), Kim Jong Il (putranya) dan Kim Jong Un (cucu pendiri).

Jika Kim Ju Ae benar-benar dipersiapkan, maka Korea Utara akan memasuki era dinasti generasi keempat sesuatu yang belum pernah terjadi dalam negara komunis modern lainnya.

Menariknya, Kim Jong Un sendiri baru berusia 26 tahun ketika dinobatkan sebagai pewaris resmi pada 2010, hanya dua tahun sebelum wafatnya Kim Jong Il pada 2011.

Banyak pengamat menilai pengalaman naik takhta secara mendadak itu mungkin mendorongnya menyiapkan suksesi lebih awal.

Media pemerintah Korea Utara tak pernah menyebut namanya secara resmi, hanya menyebutnya sebagai “anak yang dihormati” atau “yang paling dicintai”.

Nama Kim Ju Ae mencuat dari pengakuan mantan bintang NBA Dennis Rodman, yang mengaku pernah menggendong bayi perempuan Kim Jong Un saat berkunjung ke Pyongyang pada 2013. Intelijen Korea Selatan meyakini ia lahir sekitar tahun tersebut.

NIS juga menyebut Kim Jong Un dan istrinya kemungkinan memiliki seorang putra sulung serta satu anak lain yang jenis kelaminnya belum diketahui.

Jika suksesi ini benar-benar dikukuhkan maka Korea Utara akan mempertegas model monarki de facto dalam sistem komunisnya dan stabilitas internal rezim bisa diperkuat melalui legitimasi dinasti.

Negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat akan mengkaji ulang proyeksi jangka panjang terhadap kepemimpinan Pyongyang.

Dunia kini menunggu, apakah Kongres Partai Buruh akhir Februari akan menjadi panggung resmi lahirnya pemimpin perempuan pertama Korea Utara?

Atau semua ini hanya bagian dari strategi simbolik untuk memperkuat loyalitas elite militer?