Seketika.com, Internasional – Badan intelijen Korea Selatan, National Intelligence Service (NIS), mengungkap bahwa putri remaja pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yang diyakini bernama Kim Ju Ae, kini berada dalam tahap “calon penerus” kepemimpinan negara tertutup tersebut.
Pernyataan ini disampaikan dalam pengarahan tertutup kepada anggota parlemen di Seoul pada Kamis (13/2/2026), menjelang Kongres Partai Buruh Korea yang dijadwalkan akhir Februari di Pyongyang.
Forum politik lima tahunan itu diperkirakan menjadi ajang penting bagi Kim Jong Un untuk mengumumkan arah kebijakan lima tahun ke depan sekaligus memperkuat cengkeraman kekuasaan dinasti Kim.
Sejak pertama kali tampil di publik pada uji coba rudal balistik antarbenua pada November 2022, Kim Ju Ae semakin sering mendampingi ayahnya dalam berbagai acara kenegaraan, mulai dari parade militer hingga peresmian fasilitas industri strategis.
Ia bahkan ikut dalam kunjungan penting ke Beijing pada September lalu untuk bertemu Presiden China Xi Jinping, menandai pertemuan puncak pertama kedua negara dalam enam tahun terakhir.
Spekulasi suksesi semakin menguat saat Kim Ju Ae hadir bersama orang tuanya dalam kunjungan Hari Tahun Baru ke Istana Matahari Kumsusan di Pyongyang mausoleum yang menyimpan jenazah pendiri Korea Utara Kim Il Sung dan penerusnya Kim Jong Il.
Bagi para analis, kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni. Itu adalah simbol kuat legitimasi dinasti.
Awalnya, pejabat Korea Selatan meragukan kemungkinan Korea Utara dipimpin perempuan, mengingat kultur politiknya yang sangat patriarkal dan konservatif. Namun, peningkatan eksposur Kim Ju Ae dalam media pemerintah memicu evaluasi ulang.












