Selain infrastruktur, Kemendikdasmen menyalurkan bantuan khusus kepada 36.074 guru dan tenaga kependidikan terdampak dengan total anggaran lebih dari Rp220,5 miliar, berupa bantuan Rp2 juta per orang per bulan selama tiga bulan.
“Kami juga menyalurkan Aneka Tunjangan Guru tanpa mempersyaratkan beban mengajar, dengan total anggaran Rp508,9 miliar,” ungkap Menteri Mu’ti.
Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) turut disalurkan kepada 29 ribu satuan pendidikan di kabupaten terdampak dengan nilai Rp1,98 triliun, disertai fleksibilitas penggunaan sesuai kebutuhan sekolah.
Pada minggu ketiga dan keempat Februari 2026, Kemendikdasmen akan melanjutkan PKS revitalisasi untuk 1.204 sekolah tambahan. Proses verifikasi dan pembukaan rekening juga tengah dilakukan bagi 13 ribu guru penerima Tunjangan Kinerja Guru (TKG) senilai Rp83,3 miliar.
Kemendikdasmen juga mengusulkan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) sebesar Rp2,4 triliun guna mempercepat pemulihan menyeluruh.
Dukungan konkret lainnya meliputi distribusi 33 ribu paket school kit, 168 unit tenda, 160 ruang kelas darurat, 197.670 buku pembelajaran, dukungan psikososial bagi 740 satuan pendidikan, serta Dana Operasi Pendidikan Darurat untuk 1.569 sekolah.
Tak hanya itu, bantuan peralatan TIK, laboratorium, olahraga, alat kebersihan, hingga Alat Permainan Edukatif (APE) juga disalurkan untuk mendukung pembelajaran yang lebih adaptif.












