Selain sebagai dukungan finansial, skema ini juga dirancang untuk mendorong kemandirian dan kedisiplinan peserta dalam mengelola keuangan.
Saat meninjau Program Pemagangan Nasional di RS Universitas Andalas, Padang, Menaker Yassierli mengingatkan peserta agar memanfaatkan uang saku secara bijak dan produktif, seperti untuk menabung, membantu keluarga, atau mendukung kebutuhan pengembangan diri.
Kunjungan ke RS Universitas Andalas juga dilakukan sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi pelaksanaan program.
Saat ini, terdapat 46 peserta yang tengah menjalani pemagangan di rumah sakit tersebut, sementara secara keseluruhan tercatat sekitar 2.800 peserta Program Pemagangan Nasional tersebar di Sumatra Barat.
Dalam dialog langsung dengan Menaker, peserta menyampaikan pengalaman positif selama mengikuti program, mulai dari lingkungan kerja yang mendukung, pembimbing yang responsif, hingga kesempatan praktik yang dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Hal ini menunjukkan program pemagangan mulai berperan sebagai ruang belajar yang efektif untuk memperkuat kompetensi teknis maupun soft skills.
Menurut Yassierli, Program Pemagangan Nasional merupakan salah satu prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja.












