Dalam keterangan tertulis pada Jumat (13/3), Dimas mengatakan Andrie mengalami luka serius.
“Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” kata dia.
Dimas juga mengatakan Andrie langsung dilarikan ke rumah sakit tak lama usai insiden. Ia juga menyebut anggota KontraS ini menderita luka bakar 24 persen berdasarkan pemeriksaan medis.
“Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen,” ucap dia.
Dalam rilis itu, Dimas juga mengatakan pelaku terdiri dari dua orang dan melancarkan operasinya menggunakan motor.
Dimas menyebut dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah Jalan Talang (Jembatan Talang) dengan mengendarai kendaraan roda dua. Motor itu diduga Honda Beat tahun 2016 sampai dengan 2021.
“Pelaku merupakan dua orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang,” ujar dia.
Lebih lanjut, Dimas mengatakan satu pelaku mengenakan kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan hitam. Pelaku lain menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai ‘buf’ hitam yang menutupi setengah wajah, kaos biru tua, dan celana panjang biru yang dilipat jadi pendek.
“Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya,” ungkap dia.












