Langkah tersebut dinilai memperkuat transparansi layanan haji sekaligus meminimalkan potensi kesalahan administrasi.
Selain itu, distribusi daging dam ke Palestina juga menjadi sorotan publik. Pemerintah Indonesia meminta agar sebagian besar daging hasil pemotongan dam dapat disalurkan kepada warga Palestina melalui koordinasi dengan otoritas Arab Saudi.
Pemotongan dam di Tanah Suci dijadwalkan dimulai pada 10 Zulhijah 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 27 Mei 2026.
Proses pemotongan dilakukan melalui program Adahi dan akan disaksikan langsung oleh perwakilan Kementerian Haji dan Umrah RI serta wartawan.
Pemerintah menyebut keterlibatan media dilakukan sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik dan jemaah haji Indonesia.
Sementara itu, untuk dam yang dipotong di Indonesia, pelaksanaannya diserahkan kepada masing-masing jemaah melalui lembaga terpercaya atau dilakukan di daerah asal sesuai keyakinan dan pilihan fikih.
Dahnil juga menyampaikan bahwa distribusi daging dam untuk Palestina dilakukan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta perhatian lebih besar kepada masyarakat Palestina.
Pemerintah akan terus memantau pelaksanaan pemotongan dam hingga proses distribusi selesai dilakukan.
Kementerian Haji dan Umrah juga memastikan sistem notifikasi Nusuk berjalan optimal agar seluruh jemaah dapat memantau status dam mereka secara real time.












