Sebelum dikenal sebagai sentra kopi, kawasan Gunung Puntang didominasi oleh tanaman sayuran. Namun, pola tanam yang tidak berkelanjutan kala itu berisiko merusak lingkungan.
Pada periode 1997–1998, petani mulai beralih ke kopi karena nilai ekonominya lebih tinggi. Sayangnya, keterbatasan pengetahuan membuat kualitas kopi awalnya belum optimal.
Perubahan signifikan baru terjadi setelah 2007, ketika edukasi pertanian modern mulai diterapkan. Sejak saat itu, kualitas kopi meningkat drastis hingga mampu menembus pasar internasional.












