Distannak Jawa Tengah mulai mengintensifkan pelatihan Juleha sejak 2021 hingga 2022.
Pada 2026, pemerintah menargetkan 180 peserta mengikuti pelatihan. Sampai Mei 2026, sebanyak 120 peserta telah menjalani bimtek di Kabupaten Kudus dan Ungaran menjelang Iduladha.
Selain pelatihan, tahun ini juga ditargetkan ada 100 peserta mengikuti sertifikasi kompetensi melalui Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang terhubung dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Pemprov juga mendorong daerah lain meniru program “Satu Desa Satu Juleha Bersertifikat” yang telah dijalankan Kabupaten Brebes.
Seorang peserta Juleha bersertifikat, Ahmad Bashit, mengatakan pelatihan tersebut mengajarkan teknik penyembelihan halal dan ihsan, termasuk cara memperlakukan hewan agar tidak stres sebelum disembelih.
Menurutnya, proses sederhana seperti mengasah pisau pun harus dilakukan jauh dari pandangan hewan untuk menjaga prinsip kesejahteraan hewan.
Pemprov Jawa Tengah menargetkan penguatan ekosistem halal terus berlanjut hingga 2027 sebagai bagian dari prioritas pembangunan ekonomi syariah daerah.
Harapannya, setiap desa di Jawa Tengah memiliki minimal satu Juru Sembelih Halal bersertifikat untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan industri halal nasional.












