Seketika.com, Jakarta – Komisi B DPRD DKI Jakarta menggelar rapat kerja untuk membahas hasil Diagnostic Performance Review terhadap tiga BUMD, yakni PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Perumda Dharma Jaya, dan Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Selasa (7/4).
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harvian Paloh mengatakan, rapat tersebut bertujuan mendalami hasil audit kinerja, termasuk aspek tata kelola perusahaan dan performa usaha masing-masing BUMD.
Menurut Nova, secara umum ketiga BUMD masih menghadapi beban yang cukup berat, baik dari sisi operasional maupun model bisnis.
Untuk Perumda Dharma Jaya, ia menjelaskan, perusahaan masih bergantung pada skema Public Service Obligation (PSO) dengan margin keuntungan yang relatif terbatas, sekitar 10–15 persen.
Sebab itu, Komisi B mendorong diversifikasi usaha melalui pengembangan bisnis cold storage serta perluasan pasar ke sektor modern, termasuk pengemasan produk daging agar memiliki nilai tambah.
“Diversifikasi usaha ini penting agar Dharma Jaya tidak hanya bergantung pada pangan bersubsidi, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan dari sektor komersial,” ujar Nova.
Sementara itu, pada PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Komisi B menekankan pentingnya peningkatan recurring income atau pendapatan berkelanjutan.
Nova menilai, Jakpro perlu lebih fokus mengoptimalkan aset yang dimiliki, seperti Jakarta International Stadium (JIS), Taman Ismail Marzuki (TIM), dan Velodrome, dibandingkan menerima penugasan di luar bisnis inti.












