Seketika.com, Jakarta – Pengelolaan sampah di Jakarta kini memasuki fase krusial. DPRD DKI menekankan bahwa solusi utama harus dimulai dari rumah tangga, bukan hanya di tempat pembuangan akhir.
Panitia Khusus DPRD DKI Jakarta menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam mengurangi sampah sejak dari sumbernya, yaitu rumah tangga.
Pendekatan ini dinilai sebagai langkah mendesak di tengah keterbatasan daya tampung Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang.
Selama ini, pola lama hanya fokus pada membuang sampah di tempatnya. Namun cara tersebut tidak menyelesaikan masalah karena volume sampah terus menumpuk di hilir.
Jika masyarakat tidak mulai memilah sampah dari rumah, tekanan terhadap fasilitas pengolahan akan semakin berat.
Dalam rapat bersama pemerintah daerah dan Dinas Lingkungan Hidup, DPRD mencatat bahwa kebutuhan sarana seperti tempat sampah terpilah masih menjadi kendala utama.
Penyediaan fasilitas ini dianggap penting untuk mendorong kebiasaan memilah sampah menjadi organik, anorganik, dan residu.












